Israel Vs Iran, Awal Perang Dunia ke-3?
![]() |
| RS Israel yang terkena Serangan Iran (sumber: Reuter) |
Israel menemui lawan yang seimbang dimana Iran menjadi musuh bebuyutan sejak 1979. Iran adalah negara besar dimana memiliki penduduk dan sumber daya minyak besar. Israel cepat atau lemabat perlu mengganti rezim yang berkuasa di Iran jika ingin hidup aman dan jauh dari serangan yang mebahayakan rakyatnya.
Peristiwa 7
Oktober 2023 memantik Israel untuk memulai perang baru melawan proxy-proxy Iran
yang menjadi tetangga Israel. Israel mampu mengatas proxy yang selama ini
mengancam seperti Hamas, hizbullah dan Rezim Assad di Suriah. Setelah mampu
mengatasi, semua ini, terutama setelah rezim Assad jatuh oleh Hayat Tahrir
Al-Sham, maka kini Israel mengalihkan perhatian kepada induk yang menjadi
masalah utama keamanan dalam negerinya yaitu Iran.
![]() |
| Bantuan Iran pada Rezim Assad di Suriah (Source : Caspian Report) |
Kita semua
mungkin dikejutkan oleh serangan Israel pada tanggal 13 Juni 2025 dimana Israel
mengerahkan 200an pesawat tempur menyerang Iran. Iran membalas serangan itu
dengan Drone. Menurut saya serangan balasan ini hanya sebuah serangan pemanasan
untuk menguji kekuatan sekaligus menghabiskan roket Iron Dome. Drone Iran
relatif murah dibading dengan misile atau Rudal.
Serangan
Iran berikutnya menggunakan persenjataan yang lebih kuat seperti rudal. Rudal Sijil dan Fattah sudah
dikeluarkan dari arsenalnya. Pertarungan dua negara raksasa militer di Timur Tengah
ini akan terus berlanjut hingga masing-masing menghabiskan arsenal militer mereka.
Keberlanjutan perang adalah masalah logistik, dimana logistik persenjataan menentukan
kemenangan perang Israel dan Iran.
Serangan
Iran terhadap Israel tentu beda dibanding proxynya yang hanya disediakan
senjata kelas renah, Serangan Iran tentunya lebih keras dan lebih presisi.
Serangan Iran dengan senjata rudal simpanan seperti Sijil dan Fattah membuat Israel
kerepotan tetapi Iran sendiri bukan dalam kondisi baik-baik saja. Mereka menghadapi
beragam pembangkangan di dalam negeri yang terjadi dalam skala besar. Selain itu
gerakan separatis bersenjata Kurdi selalu mengancam rezim yang berkuasa, belum
lagi embargo ekonomi dari Barat dan pengeluaran untuk membantu proxy juga
membebani keuangan negara.
![]() |
| Bantuan Iran Pada Proxy (sumber: Caspian Report) |
Negara
sekutu yang selama ini selalu ada dibelakang Iran yaitu Rusia sedang sibuk berperang
dengan Ukraina. Sedangkan negara-negara yang berpontensi membantu Iran sedang
dengan permasalahan Regional. Negara China sebagai pembeli 90 persen minyak murah
Iran tentu tidak akan sembarangan membantu karena akan memancing permasalahan baru
yang akan membuat hubungan dengan Amerika semakin memburuk. Belum lagi kondisi negara
tetangga regional seperti Pakistan yang juga sedang berkonflik dengan India.
Iran Seperti dibuat berjuang sendirian menghadapi Israel dan mungkin juga Amerika
akan menyusul menyerang.
Keberanian
Israel melakukan serangan pada tanggal 13 Juni 2025 bukan tanpa perhitungan
dimana mereka sudah melakukan infiltrasi kedalam Iran melalui agen rahasia mereka
yang dikoordinasikan oleh Mossad. Hal itu terlihat jelas pada peristiwa pembunuhan
pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh. Agen Mossad diyakini sudah masuk jauh kedalam
pemerintahan Iran, terlebih lagi tentara reguler Iran yang selama ini
terpinggirkan oleh Garda Revolusi Iran menjadi salah satu kelemahan yang bisa
dimanfaatkan Israel.
Isarel
secara teori dengan melakukan serangan salah satunya akan membangkitkan perlawanan
oposisi yang akan menjatuh rezim berkuasa saat ini yang dipimpin oleh Ayatullah
Ali Khamenei. Para pucuk pimpinan Garda Revolusi dihabisi selain untuk membuat
efek psikologis yang menimbulkan kegentaran tetapi juga akan membuka keberanian
kelompok oposisi untuk melakukan perlawanan.
Israel
sendiri tidak sepenuh bersatu untuk melakukan perang dengan Iran dimana
pemerintahan Perdana Mentri Benjamin Netanyahu mendapat perlawanan dari kaum Ultra
Orthodok Yahudi yang tidak menginginkan wajib militer yang menyasar kaum Ultra
orthodok yang selama ini mendapatkan pengecualian untuk tidak ikut serta dalam
wajib militer. Pemerintahanan Netanyahu nyaris bubar saat voting dilakukan di
parlemen Israel (Kneset) minggu lalu.



Komentar
Posting Komentar